Teheran, DizOne News — Pemerintah Iran secara tegas menolak tawaran Indonesia untuk menjadi mediator dalam konflik yang memanas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Boroujerdi mengatakan Iran telah menutup pintu negosiasi karena pengalaman pahit dari upaya diplomasi sebelumnya. Menurutnya, setiap kali pembicaraan hampir mencapai kesepakatan, serangan militer justru terjadi.
“Iran sudah beberapa kali mencoba jalur diplomasi. Namun setiap kali pembicaraan mendekati kesepakatan, serangan militer terjadi. Hal itu membuat kepercayaan terhadap proses diplomasi semakin menurun,” ujarnya.
Ia menambahkan kondisi tersebut membuat Iran kini lebih berhati-hati dalam menerima tawaran mediasi dari pihak luar, termasuk dari Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk membantu mendorong dialog dan meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah. Indonesia menawarkan diri sebagai mediator dengan harapan konflik dapat diselesaikan melalui jalur diplomasi.
Namun sikap Iran menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap mekanisme perundingan internasional saat ini tengah menurun. Ketegangan semakin meningkat setelah serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di wilayah Iran pada akhir Februari 2026.(pj)
