Jakarta, DizOne News — Utang negara Indonesia disebut telah menembus angka sekitar Rp9.600 triliun, memicu kekhawatiran sejumlah pihak terkait ruang fiskal pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan perlindungan sosial.
Tekanan fiskal yang meningkat disebut berdampak pada pemangkasan transfer ke daerah, yang berimbas pada berkurangnya sejumlah program lokal, bantuan sosial, hingga layanan publik di beberapa wilayah.
Secara statistik, angka kemiskinan ekstrem memang tercatat menurun. Namun di sisi lain, jumlah masyarakat yang tergolong rentan miskin justru meningkat hingga sekitar 12,7 juta orang.
Kondisi ini dinilai menunjukkan bahwa fungsi redistribusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mengurangi ketimpangan ekonomi mulai melemah.
Para pengamat menilai bahwa dalam situasi tekanan fiskal, dampak krisis biasanya paling cepat terasa di level daerah dan masyarakat lapisan bawah, terutama ketika anggaran untuk program sosial dan pelayanan publik harus disesuaikan.
Situasi ini memunculkan perdebatan mengenai arah pengelolaan utang dan kebijakan fiskal ke depan, termasuk bagaimana menjaga keseimbangan antara stabilitas keuangan negara dan perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan.(pj)
