Lombok Barat, DizOne News — Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah masih menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Berangkat dari keprihatinan tersebut, sekelompok mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Mataram (Unram) menggelar kegiatan sosialisasi edukatif bertajuk “Ayo Berteman Tanpa Perundungan untuk Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman” di SDN 2 Gunung Sari, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang menyasar para siswa sekolah dasar ini dikemas secara interaktif dan mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Guru dan siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Rangkaian acara diawali dengan penayangan video edukasi yang menampilkan berbagai bentuk perundungan serta dampaknya terhadap korban. Melalui visualisasi yang sederhana dan mudah dipahami, para siswa diajak mengenali perilaku yang termasuk tindakan bullying serta pentingnya saling menghormati dan menghargai sesama teman.

Setelah sesi pemutaran video, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Dalam sesi ini, para siswa diajak untuk berpikir kritis mengenai berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dan cara mencegahnya. Suasana diskusi berlangsung aktif dengan banyak siswa yang menyampaikan pendapat maupun pengalaman mereka.

Selain memberikan edukasi, mahasiswa Unram juga menghadirkan dua inovasi sebagai langkah konkret untuk mendukung upaya pencegahan perundungan di sekolah. Inovasi pertama adalah pembentukan Mediator Cilik, yakni sejumlah siswa yang dipilih untuk menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah. Mereka bertugas membantu menyelesaikan konflik kecil antar teman dan menjadi penghubung dengan guru apabila ditemukan indikasi perundungan.

Inovasi kedua adalah peresmian Kotak Laporan Rahasia, yang disediakan sebagai sarana bagi siswa untuk melaporkan tindakan perundungan secara aman dan tanpa rasa takut. Melalui fasilitas ini, korban maupun saksi dapat menyampaikan laporan secara tertulis tanpa harus mengungkapkan identitas mereka secara langsung.

Salah satu perwakilan mahasiswa Universitas Mataram menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat.

“Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa mengejek atau mengucilkan teman itu bukan hal yang keren. Lewat diskusi ini, anak-anak jadi lebih berani bersuara untuk menolak bullying,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Gunung Sari menyampaikan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan mahasiswa Universitas Mataram. Menurutnya, program tersebut sangat membantu sekolah dalam memperkuat pengawasan dan membangun budaya saling menghargai di lingkungan pendidikan.

“Kegiatan ini sangat membantu pihak sekolah dalam mengawasi ruang gerak siswa yang terkadang luput dari perhatian guru. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Mataram berharap kesadaran siswa terhadap bahaya perundungan semakin meningkat. Kehadiran Mediator Cilik dan Kotak Laporan Rahasia diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman, sehingga setiap anak dapat belajar dan berkembang tanpa rasa takut maupun intimidasi.(dn)

avatar Don

By Don

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari DizOne News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca