Jakarta, DizOne News — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah tajam hingga menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS pada perdagangan Senin (9/3). Pada pembukaan pasar, rupiah bahkan sempat menyentuh Rp17.015 per dolar AS, sebelum bergerak di kisaran Rp16.990 menjelang siang.
Pelemahan ini melampaui rekor sebelumnya pada Januari yang berada di level Rp16.988 per dolar AS, menjadikannya salah satu posisi terlemah rupiah sejak krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an.
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah gejolak pasar keuangan domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan juga tercatat melemah sekitar 4,89 persen ke level 7.374.
Pengamat pasar menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh beberapa faktor global, terutama penguatan dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik internasional.
Tekanan mata uang juga tidak hanya dialami Indonesia. Sejumlah mata uang di kawasan Asia seperti won Korea Selatan, peso Filipina, rupee India, ringgit Malaysia, baht Thailand, hingga yuan China tercatat sama-sama melemah terhadap dolar AS pada periode yang sama.
Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap rupiah merupakan bagian dari tren pelemahan mata uang di kawasan Asia akibat dominasi dolar AS di pasar global.(pj)
