Kediri, Dizone News — Sebagai langkah kongkrit dalam usaha membangun lingkungan sekolah yang aman dan ramah terus digaungkan mahasiswa KKN Tematik 2026 Kelurahan Singonegaran. Selama tiga hari, Kamis–Sabtu (29–31 Januari 2026), mereka menggelar program edukasi bertema “Stop Bullying dan Mewujudkan Lingkungan yang Toleran” di SD Singonegaran 2 dan SD Singonegaran 3.

Program ini menyasar siswa kelas 3 dan 4 dengan pendekatan bertahap. Pada hari pertama, Kamis (29/1), mahasiswa memberikan pembekalan tentang anti-bullying, membahas bentuk-bentuk perundungan serta dampaknya bagi korban. Hari kedua, Jumat (30/1), materi dilanjutkan dengan penguatan nilai toleransi dan pentingnya saling menghargai di lingkungan sekolah.

“Kami melihat banyak kasus perundungan yang viral di media sosial dan pemberitaan. Sementara anak-anak SD masih tergolong awam terhadap dampak serius dari tindakan tersebut. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi penting,” ujar wahyu setyo budi selalu ketua kelompok mahasiswa KKN.

Metode penyampaian dibuat interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami siswa. Selain penjelasan lisan, mahasiswa juga menghadirkan permainan, simulasi, serta roleplay untuk menggambarkan situasi perundungan dan cara menyikapinya secara bijak dan solutif.

Antusiasme siswa terlihat tinggi. Di SD Singonegaran 2, pembekalan diikuti 27 siswa kelas 3 dan 17 siswa kelas 4. Sementara di SD Singonegaran 3, tercatat 27 siswa kelas 3 dan 28 siswa kelas 4 mengikuti kegiatan serupa. Guru kelas, wali kelas, dan kepala sekolah turut mendampingi jalannya program.

Sebagai tindak lanjut sekaligus output kegiatan, mahasiswa menggelar lomba poster bertema stop bullying dan toleransi pada Sabtu (31/1). Dari masing-masing kelas dipilih lima siswa terbaik untuk mengikuti lomba, sehingga total peserta berjumlah 20 anak. Dalam lomba tersebut, siswa menuangkan pesan positif melalui gambar dan warna, mengajak teman-temannya untuk saling menghormati dan menolak segala bentuk kekerasan.

Adapun pemenang lomba diumumkan di akhir kegiatan. Juara 1 diraih Nasihah Inkarimah, Juara 2 Neharicha Putri Maha Dewi, dan Juara 3 Alessia Azzahra Ramadhani.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini. Program dinilai relevan dengan kebutuhan siswa serta mampu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya persahabatan yang sehat dan sikap saling menghargai.

Melalui edukasi kreatif ini, mahasiswa KKN-T 2026 berharap nilai toleransi tidak hanya dipahami sebagai teori, tetapi juga dipraktikkan dalam keseharian siswa. Langkah kecil dari ruang kelas di Singonegaran ini diharapkan menjadi bagian dari upaya besar menciptakan budaya sekolah yang aman, inklusif, dan bebas perundungan. (pj)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari DizOne News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca