Kediri, Dizone News — Upaya mendorong daya saing ekonomi lokal terus dilakukan melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa KKN Tematik 40 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri tahun 2026 menggelar Sosialisasi Strategi Inovasi UMKM di Kelurahan Singonegaran, Rabu (28/1/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 pelaku UMKM ini menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pasar. Sosialisasi menghadirkan narasumber Dosen UNP Kediri, Kurniawan Wahyu Pratama, S.Pd., M.Pd., serta turut dihadiri Kapolsek Pesantren, Lurah Singonegaran Fanni Erianto, S.Sos., M.M., dan seluruh anggota KKN-T 40 Singonegaran.

Ketua tim KKN-T 40 Wahyu Setyo Budi menjelaskan, program ini lahir dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan masih banyak UMKM di Singonegaran yang belum terdaftar di Google Maps dan belum memaksimalkan pemasaran digital.

“Kami melihat potensi usaha di sini sangat besar, tetapi sebagian belum memiliki identitas digital. Karena itu, kami berinisiatif membantu mendaftarkan alamat usaha ke Google Maps sekaligus mengunggah foto produk agar lebih mudah ditemukan konsumen,” ujarnya.

Dalam pemaparan materi, peserta mendapatkan pemahaman tentang pentingnya inovasi produk, strategi pemasaran digital, teknik pengemasan yang menarik, hingga manajemen usaha sederhana. Selain itu, narasumber juga menekankan urgensi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, penguatan branding, serta desain kemasan sebagai nilai tambah produk.

Menurut Kurniawan, inovasi bukan sekadar menciptakan produk baru, tetapi bagaimana pelaku usaha mampu membaca kebutuhan pasar dan membangun citra usaha yang profesional. “UMKM harus adaptif terhadap perkembangan zaman. Digitalisasi dan legalitas usaha menjadi fondasi penting untuk berkembang lebih luas,” jelasnya.

Tak hanya teori, mahasiswa KKN-T 40 juga memberikan pendampingan teknis berupa pendaftaran lokasi usaha di Google Maps dan pengunggahan dokumentasi produk. Program pendampingan ini dilaksanakan selama satu minggu, bekerja sama dengan pihak kelurahan, mulai dari proses perizinan, survei lapangan, hingga penyediaan tempat kegiatan.

Respons peserta positif. Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai pertanyaan seputar pengurusan NIB, sertifikasi halal, hingga strategi promosi di media sosial. Antusiasme ini menunjukkan semangat pelaku UMKM untuk terus belajar dan berkembang.

Lurah Singonegaran, Fanni Erianto, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai tepat sasaran. Fanni sangat berharap pendampingan semacam ini dapat menjadi langkah awal bagi UMKM Singonegaran untuk semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah kelurahan, dan pelaku usaha, kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya ekonomi lokal yang lebih mandiri, adaptif, dan berkelanjutan di Kelurahan Singonegaran. (pj)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari DizOne News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca