Kehadiran berbagai event internasional di kawasan Mandalika dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya membawa lonjakan jumlah wisatawan, tetapi juga memunculkan perubahan yang menarik dalam perilaku mereka, khususnya dalam hal konsumsi. Event berskala global seperti MotoGP Mandalika telah mengubah cara wisatawan menikmati dan membelanjakan pengalaman selama berada di destinasi wisata.
Kawasan Mandalika kini semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia. Penyelenggaraan ajang internasional di Mandalika International Street Circuit menjadi magnet utama yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Dalam waktu singkat, ribuan pengunjung datang untuk menyaksikan perhelatan tersebut, menciptakan lonjakan aktivitas pariwisata yang signifikan di wilayah Lombok.
Data menunjukkan bahwa penyelenggaraan MotoGP Mandalika mampu menarik sekitar 140 ribu penonton hanya dalam beberapa hari pelaksanaan. Dampaknya tidak hanya terasa pada sektor pariwisata, tetapi juga pada tingkat hunian hotel yang meningkat drastis hingga mencapai sekitar 90 persen. Perputaran ekonomi yang dihasilkan bahkan diperkirakan mencapai triliunan rupiah, mencerminkan besarnya daya dorong event internasional terhadap perekonomian daerah.
Namun, yang lebih menarik bukan hanya angka kunjungan tersebut, melainkan perubahan perilaku wisatawan itu sendiri. Wisatawan yang datang tidak lagi sekadar fokus pada acara utama, tetapi juga memanfaatkan momen tersebut untuk menikmati berbagai pengalaman lain. Mereka mengunjungi destinasi wisata seperti Pantai Kuta Mandalika dan Bukit Merese, mencicipi kuliner lokal, hingga membeli produk khas daerah sebagai oleh-oleh.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pariwisata modern telah bergeser ke arah pengalaman atau experience economy, di mana wisatawan lebih menghargai pengalaman yang didapat dibandingkan sekadar produk atau jasa. Dalam konteks ini, event internasional berperan sebagai pintu masuk yang mendorong wisatawan untuk mengeksplorasi lebih banyak hal di destinasi yang mereka kunjungi.
Selain itu, suasana meriah yang tercipta selama event juga memicu perilaku konsumsi yang lebih spontan. Wisatawan cenderung lebih mudah mengeluarkan uang untuk berbagai kebutuhan tambahan, seperti suvenir, kuliner, hingga layanan wisata lainnya yang sebelumnya tidak direncanakan. Hal ini tentu memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, terutama UMKM yang berada di sekitar kawasan Mandalika.
Meski demikian, peluang ekonomi yang besar ini perlu diimbangi dengan strategi pengelolaan yang tepat. Tanpa perencanaan yang matang, manfaat dari event internasional berpotensi hanya bersifat sementara. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah dan pengelola destinasi untuk mengembangkan produk wisata lokal, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas promosi destinasi di luar periode event.
Event internasional seharusnya tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat daya saing pariwisata daerah secara berkelanjutan. Jika dikelola dengan baik, Mandalika tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah event dunia, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang mampu memberikan pengalaman yang berkesan bagi setiap pengunjung.
Pada akhirnya, ramainya event di Mandalika bukan hanya tentang keramaian sesaat, tetapi tentang bagaimana momentum tersebut mampu mengubah perilaku wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Di sinilah pentingnya memastikan bahwa setiap event yang diselenggarakan benar-benar memberikan dampak jangka panjang, bukan hanya euforia sementara.
Oleh: Muhammad Ananda Rizki Hamdani, Prof. Dr. Tony Wijaya., MM., Universitas Negeri Yogyakarta
