Lombok Timur, DizOne News — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Lombok Timur secara tegas menyerahkan dokumen tuntutan terkait kelangkaan gas LPG kepada Bupati Lombok Timur dalam audiensi resmi yang berlangsung di ruang kerja bupati.
Dalam pertemuan tersebut, KAMMI Lotim menyoroti krisis distribusi LPG 3 kilogram yang dinilai semakin meresahkan masyarakat, khususnya kalangan ekonomi kecil. Mereka mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat, terukur, dan tepat sasaran guna mengatasi kelangkaan serta menertibkan pola distribusi yang dinilai masih bermasalah.
Penyerahan dokumen tuntutan dilakukan secara langsung sebagai bentuk sikap kritis sekaligus tanggung jawab moral mahasiswa terhadap persoalan sosial yang tengah terjadi. KAMMI menegaskan bahwa krisis LPG tidak boleh dibiarkan berlarut tanpa solusi konkret dari pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lombok Timur menyatakan menerima tuntutan yang disampaikan dan membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membenahi sistem distribusi LPG agar lebih merata dan tepat sasaran.
“Kami siap bersinergi dengan KAMMI untuk mengawal persoalan ini. Pengawasan harus diperkuat agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan,” tegasnya.
KAMMI Lotim menegaskan tidak akan berhenti pada penyerahan tuntutan semata. Mereka berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah serta memastikan implementasinya berjalan sesuai kepentingan masyarakat.
Audiensi ini menjadi penegasan bahwa gerakan mahasiswa tidak hanya bersifat kritik, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan publik, khususnya krisis LPG yang tengah dihadapi masyarakat Lombok Timur.(pj)
