Kediri, Dizone News — Berawal dari kebingungan mencari lokasi saat pertama kali datang, mahasiswa KKN Tematik 40 Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri justru melahirkan sebuah karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Mereka menyusun dan menghadirkan Peta Informasi Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, sebagai sarana keterbukaan data wilayah dan penunjang pelayanan publik.
Ketua KKN-T 40, Wahyu Setyo Budi, menuturkan bahwa selama menjalankan program pengabdian, timnya kerap kesulitan menemukan titik-titik penting di wilayah tersebut. “Peta sebenarnya sudah ada, tetapi hanya tersimpan di kantor kelurahan dan puskesmas. Tidak semua masyarakat bisa mengaksesnya dengan mudah,” jelasnya.
Dari keresahan tersebut, mahasiswa berinisiatif menyusun peta yang lebih informatif dan mudah diakses publik. Proses pengerjaan dilakukan sejak Selasa (27/1/2026) hingga 10 Februari 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan bersama perangkat kelurahan, dipadukan dengan pemanfaatan Google Maps dan sistem GIS (Geographic Information System).
Proses pembuatan tetap menyesuaikan data dengan sumber resmi yang tersedia, termasuk data tahun 2018 dari laman Satu Peta Kota Kediri. Sejumlah titik fasilitas umum dipetakan ulang untuk memastikan kesesuaian kondisi lapangan.
Peta tersebut memuat berbagai lokasi strategis dan fasilitas umum di Singonegaran, seperti Kantor Kelurahan, Pasar Pahing, Puskesmas Pesantren II, Gedung Serbaguna, serta sekolah-sekolah yang berada di wilayah tersebut. Informasi ini diharapkan membantu warga maupun pendatang dalam mengenali wilayah dengan lebih cepat dan akurat.
Secara fisik, peta dicetak dalam bentuk banner berukuran besar lengkap dengan rangka penyangga, dan telah dipasang di halaman Kantor Kelurahan Singonegaran agar dapat diakses seluruh masyarakat. Peresmian peta dijadwalkan berlangsung pada Jumat, dengan dihadiri Lurah Singonegaran Fanni Erianto, S.Sos., M.M., jajaran perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, serta perwakilan mahasiswa KKN.
Lurah Singonegaran Fanni Erianto mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilai solutif dan relevan dengan kebutuhan wilayah. Menurutnya, keberadaan peta ini bukan hanya memudahkan warga dalam mengakses informasi, tetapi juga dapat menjadi referensi dalam perencanaan pembangunan dan pelayanan publik ke depan.
Melalui proyek sederhana yang berdampak ini, mahasiswa KKN-T 40 menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu harus dalam bentuk program besar. Kadang, solusi lahir dari pengalaman kecil di lapangan dan ketika dikerjakan dengan serius, akan menjadi warisan informasi yang berguna bagi banyak orang. (pj)
