Jakarta, DizOne News — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik tidak berlebihan memprotes program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut program itu sebagai bagian kunci dari strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang dirangkum dalam konsep “Sumitronomics”.
Purbaya mengatakan, arsitektur pembangunan ekonomi pemerintahan Prabowo bertumpu pada tiga pilar: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan, serta stabilitas sosial dan politik. Program MBG dan berbagai kebijakan sosial lainnya ditempatkan pada pilar pemerataan dan stabilitas, yang menurut dia menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Ia menyinggung gejolak sosial pada Agustus 2025 sebagai peringatan bahwa pertumbuhan ekonomi tanpa pemerataan berpotensi memicu ketegangan sosial. “Pertumbuhan harus diimbangi distribusi manfaat ekonomi,” kata Purbaya.
Sejak September 2025, pemerintah mengklaim menghidupkan kembali mesin ekonomi melalui kombinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil. Pemerintah mempercepat belanja negara serta menyalurkan sekitar Rp200 triliun likuiditas ke perbankan untuk mendorong kredit.
Purbaya meyakini perbaikan ekonomi akan menurunkan tensi sosial dan politik. Ia menegaskan strategi tiga pilar tersebut akan terus dijalankan untuk menjaga pertumbuhan sekaligus stabilitas nasional.
Namun, program MBG tetap menuai kritik, terutama terkait besaran anggaran, efektivitas distribusi, dan implikasinya terhadap prioritas belanja publik lainnya. (dn)
