Lombok Tengah, DizOne News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mataram menggelar kegiatan jalan sehat yang dirangkaikan dengan edukasi pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) serta kampanye anti-bullying di SDN Beber, Desa Beber, Lombok Tengah, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja tambahan bidang pendidikan yang menitikberatkan pada penguatan kesehatan fisik sekaligus pembentukan karakter siswa sejak usia dini. Jalan sehat dipilih sebagai pembuka kegiatan untuk menarik antusiasme peserta sekaligus menanamkan kebiasaan hidup aktif dan sehat.
Sejak pagi hari, ratusan siswa bersama dewan guru tampak antusias mengikuti jalan sehat yang mengambil rute mengelilingi Dusun Beber Tengah. Suasana penuh keceriaan mewarnai kegiatan tersebut, sekaligus menjadi ruang interaksi yang hangat antara mahasiswa KKN, guru, dan para siswa.
“Jalan sehat kami jadikan pintu masuk agar anak-anak merasa senang terlebih dahulu, sehingga lebih siap menerima materi edukasi setelahnya,” ujar salah satu mahasiswa KKN di sela kegiatan.

Usai jalan sehat, mahasiswa KKN melanjutkan kegiatan dengan sosialisasi pencegahan DBD. Materi difokuskan pada pengenalan bahaya DBD serta langkah-langkah pencegahan melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, mengubur, serta upaya pencegahan tambahan lainnya. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Tak hanya kesehatan fisik, mahasiswa KKN juga menyoroti pentingnya kesehatan mental dan sosial di lingkungan sekolah. Edukasi mengenai bahaya perundungan atau bullying disampaikan untuk menumbuhkan sikap saling menghargai dan empati antar sesama siswa.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menyikapi kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi lingkungan, terutama kesehatan dan perilaku anak-anak,” kata Ketua KKN Universitas Mataram Desa Beber.
Agar materi tidak terasa membosankan, mahasiswa KKN menggunakan pendekatan interaktif dengan bantuan media visual berupa poster berwarna dan ilustrasi edukatif. Metode ini terbukti efektif membangun komunikasi dua arah, di mana siswa aktif bertanya, menjawab kuis, serta terlibat langsung dalam diskusi.
Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap program serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan guru SDN Beber dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya hidup sehat dan berperilaku baik.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap siswa SDN Beber dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya sehat secara fisik dan terhindar dari ancaman DBD, tetapi juga memiliki karakter mulia, menjunjung nilai saling menghargai, serta bebas dari perilaku perundungan. (pj)
