Lombok Tengah, DizOne News — Fakultas Pertanian Universitas Mataram berkolaborasi dengan KKN PMD Desa Pengenjek Universitas mataram mengadakan Penyuluhan Pengelolaan Penanaman Terpadu padi beras hitam di Desa pengenjek, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah pada rabu (7/1/26).
Kegiatan dilaksanakan sebagai upaya pengembangan pangan sehat melalui uji tanam beras hitam berbasis potensi lokal yang sudah mulai digencarkan di desa Pengenjek, karena dinilai memiliki nilai gizi tinggi sekaligus peluang ekonomi bagi petani.
Program ini merupakan salah satu bagian dari pengabdian kepada masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Mataram yang bekerja sama dengan KKN PMD Desa Pengenjek. Acara dibuka oleh Kepala Desa Pengenjek, Haerudin dan diikuti sekitar 30 peserta yang terdiri dari petani, kepala dusun, serta perangkat desa.
Sosialisasi menghadirkan tiga dosen Fakultas Pertanian Universitas Mataram sebagai pemateri, yakni I Gusti Putu Muliarta Aryana, I Wayan Sukadi, dan Ni Wayan Sri Sulartini. Dalam pemaparan, para dosen menjelaskan bahwa beras hitam merupakan padi fungsional dengan kandungan antioksidan tinggi yang bermanfaat mencegah berbagai penyakit degeneratif serta kandungan zat besi (Fe) yang dapat membantu pemenuhan gizi masyarakat.
“Beras hitam mengandung antioksidan tinggi yang baik untuk mencegah penyakit seperti diabetes, stroke, hingga gangguan pencernaan. Selain itu, penerapan sistem tanam jajar legowo sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan mempermudah perawatan tanaman,” ujar Aryana.

Ia juga menambahkan pentingnya menerapkan sistem tanam yang baik seperti sistem tanam jajar legowo, pola tanam 2:1 dan 4:1 ini dinilai efektif karena dapat meningkatkan populasi tanam hingga 160.000 per hektar sehingga dapat mengoptimalkan cahaya dan ruang tumbuh pada tanaman.
Dari sisi ekonomi, beras hitam memiliki nilai jual yang cukup tinggi karena harganya bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dibanding beras biasa. Komoditas ini juga relatif tahan terhadap penyakit tertentu dan dapat ditanam sebagai tanaman sela.
Petani desa Pengenjek menyambut baik uji tanam ini dan berharap pendampingan berkelanjutan dapat menjadikan beras hitam sebagai komoditas unggulan desa yang mendukung ketahanan pangan sehat sekaligus meningkatkan pendapatan petani. (dn)
