Jakarta, DizOne News — Pemerintah Indonesia disebut belum berencana keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP), meski muncul desakan publik menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid mengatakan pemerintah masih memandang forum tersebut sebagai sarana diplomasi untuk mendorong perdamaian global.
Menurut Nusron, Presiden Prabowo Subianto menilai keikutsertaan Indonesia di BoP perlu dimanfaatkan terlebih dahulu sebagai jalan dialog sebelum mengambil langkah keluar dari forum tersebut.
“Posisi Pak Presiden, bangsa Indonesia sudah menerima BoP ini sebagai sarana, sebagai ikhtiar menuju perdamaian. Setidaknya ikhtiar ini dicoba dulu. Jangan sampai ikhtiar dan usahanya belum dilakukan, sudah diminta untuk keluar terlebih dahulu,” ujar Nusron.
Pernyataan itu muncul di tengah kritik terhadap BoP yang dipimpin Presiden Amerika Serikat Donald Trump, terutama setelah serangan militer terhadap Iran yang memicu ketegangan internasional. Sejumlah pihak di dalam negeri menilai langkah tersebut bertentangan dengan semangat perdamaian yang diusung forum tersebut.
Meski demikian, Nusron menegaskan pemerintah tetap mencermati aspirasi publik yang meminta Indonesia keluar dari BoP. Namun hingga saat ini, diplomasi masih dianggap sebagai jalur utama yang ditempuh pemerintah dalam upaya menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.(pj)
