Padang, DizOne News — Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali melontarkan kritik tajam terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam pandangannya, arah kebijakan pemerintah saat ini semakin jauh dari prinsip integritas dan meritokrasi yang seharusnya menjadi dasar tata kelola negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Anies saat hadir dalam kegiatan “Dialog Kebangsaan Suara Rakyat” di Padang, Sabtu (1/11/2025). Ia menyoroti ketimpangan antara seruan pemerintah kepada rakyat agar berhemat dengan kebijakan birokrasi yang justru dinilainya semakin membengkak.
“Rakyat diminta hidup sederhana, tapi pemerintahnya makin gemuk. Ini bukan soal ekonomi saja, tapi soal moralitas kekuasaan,” tegas Anies di hadapan peserta dialog.
Menurutnya, langkah pemerintah yang terus memperluas struktur jabatan dan memperbanyak pos baru justru menunjukkan arah yang tidak konsisten dengan semangat efisiensi.
Ia menilai, seharusnya di tengah tantangan ekonomi global, pemerintah memberikan contoh pengelolaan anggaran yang ramping dan berintegritas, bukan justru memperbesar beban negara.
Lebih jauh, Anies juga menyinggung soal meritokrasi dalam tubuh pemerintahan. Ia menilai sejumlah kebijakan dan penempatan pejabat saat ini cenderung tidak berbasis pada kemampuan dan prestasi, melainkan lebih pada kedekatan politik.
“Kalau meritokrasi diabaikan, maka yang naik bukan yang berprestasi, tapi yang paling pandai menyenangkan atasan,” ujar Anies.
Pernyataan Anies tersebut kembali memancing diskusi publik mengenai arah dan prioritas pemerintahan Prabowo. Beberapa pihak menilai kritik ini sebagai pengingat moral politik, sementara sebagian lainnya menganggap Anies masih membawa gaya oposisi khasnya sejak masa Pilpres.
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, pihak Istana belum memberikan tanggapan resmi atas kritik yang disampaikan Anies Baswedan. (rep.yd.dzn)

