Mataram, DizOne News – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah menuju ekonomi daerah yang tangguh dan berdaya saing global melalui pengembangan industri agromaritim terintegrasi. Melalui Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, program ini menjadi strategi konkret untuk mewujudkan visi “NTB Makmur Mendunia”, dengan menggandeng seluruh pemerintah kabupaten dalam membangun industri berbasis potensi lokal. 5/10/2025.

Gerak Bersama dari Lombok Tengah hingga Lombok Utara. Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, SE., ME., memimpin serangkaian audiensi dengan para kepala daerah di Lombok Tengah, Lombok Barat, Lombok Timur, dan Lombok Utara.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri daerah yang berfokus pada pengolahan komoditas unggulan seperti kelapa, garam, manggis, porang, tepung tapioka, hingga sarang burung walet.

“Kami ingin setiap potensi daerah di NTB tidak berhenti sebagai bahan mentah. Harus ada nilai tambah yang bisa menghidupkan industri lokal dan membuka lapangan kerja baru,” ujar Kadisperin NTB, Hj. Nuryanti.

Di Lombok Tengah, sinergi diarahkan untuk mengoptimalkan Sentra Industri Walet dan Tepung Tapioka, sementara Lombok Barat mempersiapkan diri menjadi pusat pengembangan garam dan buah manggis yang siap ekspor.

Di Lombok Utara, Disperin NTB fokus menghidupkan kembali Sentra Olahan Kelapa bernilai ekspor, dan Lombok Timur memperkuat sektor porang, garam, serta perikanan budidaya.

Para kepala daerah menyambut baik langkah kolaboratif Pemprov NTB yang dinilai sebagai bentuk perhatian konkret terhadap potensi ekonomi kabupaten.

Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Pathul Bahri, S.IP., menegaskan pentingnya kerja lintas sektor untuk mewujudkan kemandirian ekonomi daerah.

“Perjuangan ini adalah kerja bersama. Lombok Tengah siap menjadi penyangga pangan nasional. Sinergi dengan Pemprov NTB akan kami kawal agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini, menyebut bahwa dukungan provinsi sangat penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Kami ingin produk lokal seperti garam dan manggis tak hanya dikenal di NTB, tapi juga bisa menembus pasar ekspor. Dengan pendampingan provinsi, kami optimistis,” katanya.

Tidak hanya sebagai fasilitator, Disperin NTB kini berperan sebagai akselerator industri daerah dengan memperkuat SDM pengelola sentra, memetakan rantai pasok komoditas, serta membuka akses kemitraan ekspor.

“Kami ingin setiap sentra industri yang sudah dibangun benar-benar beroperasi dan berkelanjutan. Mulai 2026, setiap kabupaten harus punya produk industri unggulan yang bisa go global,” ungkap Nuryanti optimistis.

Sinergi agromaritim ini menjadi simbol transformasi ekonomi NTB, daerah yang bertumbuh dari kekuatan lokal namun berorientasi global. Melalui kerja sama lintas sektor dan inovasi berkelanjutan, NTB menunjukkan bahwa kemandirian daerah bukan sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang terus diwujudkan.

“Inilah makna NTB Makmur Mendunia, daerah yang berdikari secara ekonomi, berdaya saing global, namun tetap berpijak pada kearifan lokal,” tutup Kadisperin NTB.

avatar DizOne News

By DizOne News

DizOne News adalah portal berita independen yang berbasis di Nusa Tenggara Barat (NTB), hadir sebagai ruang baru bagi informasi yang jernih, akurat, dan inspiratif. Kami lahir dari semangat anak muda daerah yang ingin menghadirkan wajah baru jurnalisme digital yakni jurnalisme yang tidak sekadar memberitakan, tetapi juga memberi makna dan mendorong kesadaran publik.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari DizOne News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca