Mataram, DizOne News — Aden Dilaga barangkali bukan nama baru di kalangan mahasiswa Universitas Mataram. Sosok yang dikenal lantang di jalanan saat aksi mahasiswa, sekarang mampu menorehkan prestasi hingga panggung internasional. Jejaknya di dunia kompetisi bahkan melampaui ekspektasi banyak orang, bahwa seorang aktivis jalanan bisa berdiri sejajar dengan delegasi kampus besar Asia.

Aden, sapaan akrabnya. Mahasiswa Fakultas Peternakan, mulai masuk dunia aktivisme sejak menjadi mahasiswa baru. Saat itu dia terpilih menjadi Presiden Ruang Muda BEM Unram 2022. Amanah yang datang lebih cepat dari dugaan siapa pun. Termasuk dirinya sendiri. Dari ruang kaderisasi tersebut, Aden belajar menjadi pemimpin, membaca situasi, dan memahami dinamika kampus.

Karir organisasinya berlanjut ketika ia dipercaya menjadi Ketua BEM Fakultas Peternakan Universitas Mataram pada tahun 2024. Posisi ini membawanya lebih dekat dengan isu-isu kampus sekaligus mengasah insting advokasinya terhadap persoalan mahasiswa. Ia juga sempat menjaba Ketua Abdi Society NTB 2023, Sekjend MT An-Nahl 2023, hingga mendirikan LPM Konsentrat pada 2025.

Namun panggung terbesar bagi Aden justru berada di jalanan. Ia mengaku salah satu momen paling berkesan adalah ketika aksi yang ia kawal benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat luas.

“Berhasil memperjuangkan hak masyarakat itu rasanya beda. Dari situ saya merasa ingin terus berjuang dan bersuara,” ujarnya.

Pengalaman turun ke jalan itu membentuk kepercayaan diri Aden. Menurutnya, kemampuan vokal saat aksi justru terbawa hingga ke ruang akademik. Presentasi, diskusi kelas, hingga tugas akhir terasa lebih mudah karena ia sudah terbiasa berbicara di hadapan massa.

Titik balik hidup Aden datang dari sesuatu yang lebih personal. Dia lahir di desa, dari keluarga sederhana. Kondisi itu bukan membuatnya minder, melainkan memaksa dirinya untuk berani mencoba. Memanfaatkan peluang dengan maksimal, termasuk ajang internasional yang kelak membawanya melampaui batas-batas kampung halamannya.

Keberanian itu terbukti. Dari berbagai percobaan dan kompetisi, Aden menembus panggung internasional dan membawa pulang sederet penghargaan bergengsi. Ia tercatat sebagai The Winner Top 1 Delegate dan Top 1 Innovation Inovasition Forum University of Malaysia, sebuah capaian yang jarang diraih mahasiswa daerah. Namanya kembali muncul di kancah Asia setelah meraih Top 15 Poster Innovation Award di National University of Singapore dan Top 20 Presentation Innovation di Thailand.

Di level nasional, deretan prestasinya sama panjangnya. Aden menjadi Juara 3 Debat Nasional Universitas Hasanuddin, Juara 3 NBPC Universitas Islam Malang, Juara 2 LKIN Universitas Jambi, Juara 2 KDMI Universitas Mataram, hingga menyabet posisi terbaik dalam kompetisi ilmiah di Universitas Brawijaya dan Universitas Jenderal Sudirman. Ia juga beberapa kali memenangkan pendanaan kewirausahaan, termasuk Kubinov Universitas Mataram dan skema fakultas. Di forum persidangan, prestasinya tak kalah mencolok dengan gelar Award 1 Forum Persidangan Universitas Jambi dan Peserta Terbaik 1 Sidang Umum.

Rangkaian prestasi ini membuat pihak kampus, dosen, hingga komunitas mahasiswa memberikan apresiasi atas konsistensinya. Aden sendiri menyebut capaian itu sebagai buah dari prinsip yang ia pegang sejak awal: integritas.

“Integritas itu kunci. Suara kita tidak akan berarti kalau tidak jujur,” tegasnya.

Untuk mahasiswa lain yang ingin tetap aktif berorganisasi sambil mengejar prestasi, Aden memberi pesan singkat namun kuat.

“Bring the change in the world lewat mimpi. Jangan pikir kapan bisanya, mulai saja dulu. Peluang datang pada yang berani melangkah.”

Perjalanan inspiratif dari Aden membuktikan bahwa aktivisme tidak bertentangan dengan prestasi. Keduanya justru bisa saling menguatkan, selama ada kemauan untuk terus belajar, bergerak, dan berdampak. (rep.pj/dzn).

avatar DizOne News

By DizOne News

DizOne News adalah portal berita independen yang berbasis di Nusa Tenggara Barat (NTB), hadir sebagai ruang baru bagi informasi yang jernih, akurat, dan inspiratif. Kami lahir dari semangat anak muda daerah yang ingin menghadirkan wajah baru jurnalisme digital yakni jurnalisme yang tidak sekadar memberitakan, tetapi juga memberi makna dan mendorong kesadaran publik.

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari DizOne News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca